Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

5 Tips Untuk Menurunkan Dampak Pandemi Corona

 
Perjuangan tenaga medis ditengah pandemi
Sebentar lagi Indonesia akan merayakan hari kemerdekaan yang ke-75 tahun atau sudah hamper ¾ abad Indonesia merdeka lepas dari penjajahan dan kolonialisme, ya saat ini tahun 2020 indonesia sedang giat sekali melakukan pembangunan dan mengejar pertumbuhan ekonomi agar bisa menjadi negara maju dan sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya di dunia, setidaknya itulah yang sedang dituju oleh pemerintah terutama presiden Republik Indonesia bapak Joko Widodo, kalau dilihat dari pidato kenegaraannya pada hari Jumat, 14 Agustus 2020 ada beberapa poin yang menjadi prioritas presiden Jokowi yaitu sektor Kesehatan, ekonomi, Pendidikan dan keamanan negara.   

  Disituasi pandemi seperti sekarang ini keadaan ekonomi menjadi kurang begitu baik berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) ekonomi Indonesia di kuarter ke 2 periode April-Juni 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada angka -5,32% yang dikuarter pertama masih berada diangka postif, namun pemerintah tetap optimis bahwa dikuarter selanjutnya pertumbuhan Indonesia akan Kembali postif dan untuk mencapai target tersebut pemerintah sudah menggelontorkan 700 trilliun rupiah untuk menggerakan kegiatan ekonomi yang telah terpuruk dan berharap dapat terhindar dari resesi, resesi sendiri adalah suatu keadaan dimana pertumbuhan ekonomi berada pada angka negatif selama minimal 2 kuarter berturut-turut. Saat ini memang hamper semua negara memiliki angka pertumbuhan ekonomi yang berada pada posisi negative hanya China yang mampu tetap berada di angka positif selama masa pandemi berlangsung. Presiden sendiri mengatakan belanja pemerintah ini mungkin upaya terakhir yang bisa dilakukan agar ekonomi tetap bisa berada pada angka positif  dan menyelamatkan perekonomian Indonesia dari kejatuhan yang lebih dalam.

 Dari sektor Kesehatan tentu saja ini adalah sebuah cobaan besar bagi dunia Kesehatan, apalagi pandemi seperti ini adalah hal yang pertama kali dihadapi pemerintah dan negara Indonesia semenjak merdeka ditahun 1945, meskipun Indonesia yang kala itu masih bernama hindia belanda pernah terkena pandemic yang lebih hebat yaitu flu spanyol yang menewaskan sekitar 1,3 juta warga negara Indonesia pada saat itu (1918-1919) jadi mungkin bisa dikatakan bahwa wabah ini adalah siklus seratus tahunan begitulah yang dikatakan oleh kepala BNPB Doni Monardo. Tentu saja angka kematian sebesar itu mungkin saja disebabkan karena pada saat itu alat Kesehatan dan fasilitas yang ada belum semaju seperti sekarang ini. Pemerintah beberapa kali mengubah target untuk meredam wabah corona yang melanda Indonesia dari mulai menghentikan penularan virus, lalu diganti menjadi mengurangi tingkat penyebaran dan terakhir berfokus pada menurunkan tingkat kematian akibat virus tersebut. Perubahan-perubahan target dari pemerintah ini seperti memberikan tanda bahwa pemerintah sebenarnya sudah tidak punya langkah  atau cenderung menyerah untuk menghentikan penyebaran virus corona berbeda dengan statement awal pemerintah bahwa Indonesia bebas dari corona, pemerintah akan mengupayakan segala cara untuk menghentikan penyebaran virus, statement-statement tersebut sepertinya sudah tidak bisa dijadikan pegangan oleh rakyat Indonesia karena kenyataannya yang ada sekarang kasus penularan dan kasus kematian selalu bertambah setiap hari, Adapun upaya-upaya pemerintah dengan mewajibkan penggunakan masker, penerapan pola dan gaya hidup sehat hanya berupa slogan tanpa ada wujud nyata dari pemerintah seperti pembagian masker atau lain-lainya pemerintah hanya berfokus pada menggerakan roda perekonomian memang meskipun keadaan ekonomi juga tentu saja memiliki pengaruh terhadap kualitas hidup dan Kesehatan warga negara jadi ya pemerintah  menjadi serba salah Ketika membiarkan keluar rumah reisko bisa tertular virus Ketika diam didalam rumah roda ekonomi tidak bergerak terutama kalangan UMKM yang biasanya mengandalkan dan menjalankan usahanya di tempat kerumunan orang.

  Jika penulis boleh beropini dan memberikan saran tentang situasi yang terjadi ada beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan pemerintah agar tingkat penularan dan situasi ekonomi setidaknya bisa sama-sama menjadi lebih baik walaupun tidak sepenuhnya Kembali seperti sebelum pandemic seperti:

1. Membatasi pergerakan orang secara konsisten
     
  Membatasi disini bukan berarti menutup akses atau transportasi umum tetapi mengurangi jumlah kapasitas dari total kapasitas yang ada pada transportasi umum itu sendiri. Contohnya jika biasanya penumpang berjumlah seratus orang mungkin bisa hanya maksimal 50-60% dari kapasitas normal. Ini agar tidak terlalu berdesakkan atau setidaknya ada physical distancing walaupun sedikit dan tentu harus dibarengi dengan penambahan jumlah alat transportasi umum.

2. Melakukan sterilisasi pada gerbang masuk setiap wilayah.

Ini seperti melakukan penyemprotan pada transportasi umum pada gerbang-gerbang pintu masuk di setiap wilayah yang disemprot tentu hanya bagian luar jadi akan lebih cepat seperti bilik desinfektan yang sudah ada hanya memang berbahaya jika langsung mengenai manusia.

3. Melakukan tracing dan pemisahan 

Pemerintah bisa mendata berapa banyak warga yang kira-kira mempunyai tingkat fatalitas yang tinggi apabila terkena virus seperti orang-orang yang dengan kriteria tertentu yang tergolong rentan terhadap virus untuk dapat tetap sebisa mungkin dirumah aturan ini bila diterapkan mungkin bisa menurunkan tingkat kematian.

4. melakukan shifting dalam kegiatan perkantoran dan pembelajaran

Pemerintah dapat melakukan system shifting atau meminta setiap perusahaan untuk memberlakukan shifting karyawan untuk mengurangi pergerakan orang dan juga keramaian, dan pemerintah bisa meminta sekolah untuk membagi waktu belajar siswa dengan maksimum per shift nya adalah 50% dari total kapasitas normal, karena belajar online menurut penulis tidak terlalu efektif bagi siswa karena tetap memerukan bimbingan dari guru di sekolah dan tentu mungkin saja jika pembelajaran online diberlakukan ada orang tua yang tidak bisa menemani anaknya belajar dikarenakan harus bekerja.

5. mendistribusikan lebih merata bantuan untuk meningkatkan daya beli 

Menurut saya pribadi mungkin pemerintah bisa memotong tunjangan-tunjangan yang saat ini dimiliki oleh pegawai pemerintah untuk di distribusikan kepada lebih banyak masyarakat luas, karena menurut saya semakin banyak orang yang memiliki uang maka roda perekonomian akan semakin berjalan dan daya beli masyarakat semakin meningkat daripada uang menumpuk hanya pada Sebagian orang saja.

 Mungkin itulah hal-hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk setidaknya membuat keadaan yang ada bisa menjadi lebih baik tentu sambal kita menunggu vaksin tercipta dan virus ini hilang sehingga kita bisa mulai hidup normal Kembali dan tentunya tetap mengambil pelajaran dari pandemi ini seperti tetap menjaga pola hidup sehat meskipun pandemic sudah usai.

2 comments for "5 Tips Untuk Menurunkan Dampak Pandemi Corona"

Berlangganan via Email