Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Cara Daftar Haji : Proses dan Biaya

Ibadah Haji

 Haji merupakan salah satu rukun islam yang amat sangat diinginkan oleh sluruh umat muslim di dunia, sebab tidak semua orang bisa melaksanakan ibadah atau rukun islam yang satu ini. Untuk dapat melaksanakan ibadah ini kita harus mampu tidak hanya secara fisik tapi juga materi. mengingat banyak sekali orang yang ingin melaksanakan ibadah yang satu ini, kita harus tahu bagaimana caranya daftar haji.

 Di indonesia, bukan hanya soal biaya tapi juga ada dftar antrian berangkat haji yang harus ditempuh. Seseorang perlu menunggu antrian untuk calon jemaah yang ingin berangkat haji. Ini berbeda dengan umrah yang bisa dilakukan kapan saja, kecuali di waktu-waktu tertentu.

 Sebagai sebuah bentuk ikhtiar, membuka rekening tabungan haji adalah salah satu hal yang banyak dipilih oleh banyak orang agar dapat melaksanakan ibadah haji di Mekkah. Biasanya seseorang bisa langsung membuka tabungan untuk ibadah haji di Bank atau di kementerian Agama (Kemenag).

Cara daftar haji.

 Haji reguler adalah salah satu program haji yang diselenggarakan oleh pihak swasta atau penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) yang berada dalam pengawasan kemenag. Baik untuk haji plus maupun reguler, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuka tabungan haji terlebih dahulu.

 Kemenag sendiri mengusulkan nilai biaya haji yang akan dibebankan kepada jamaah rata-rata 32 juta. Berikut ini adalah hal-hal yang harus dilakukan untuk mendaftar ibadah haji yang bisa dilakukan guna keberangkatan haji ke tanah suci yang diimpikan.

1. Persyaratan pendaftaran calon jemaah haji (CJH).

Persyaratan dan pendaftaran

 Ada beberapa persyaratan yang harus diikuti oleh orang-orang yang ingin melaksanakan ibadah haji sebagai cara untuk mendaftar haji yang utama, yakni :

- Beragama islam,

- Berusaha minimal 12 (dua belas) tahun saat mendaftar,

- Memiliki KTP yang masih berlaku sesuai dengan domisili atau bukti identitas lain yang sah,

- Memiliki kartu keluarga,

- Memiliki akte kelahiran atau surat kenal lahir atau kutipan akta nikah atau ijazah.

- Memiliki tabungan atas nama jemaah haji yang bersangkutan pada BPS BPIH.

- Memiliki pas foto khusus haji terbaru ukuran 3x4 dengan ketentuan foto berwarna dengan latar belakang berwarna putih, warna bajju atau kerudung kontras dengan latar belakang memakai pakaian dinas, dan bagi jemaah haji perempuan menggunakan busana muslimah, tidak menggunakan kaca mata dan tampak wajah minimal 80%.

2. Daftar tabungan haji di Bank.

Tabungan haji

 Cara daftar haji selanjutnya adalah dengan mendaftar lewat Bank. Dana minimal yang ditabung adalah 25 juta. Ini menjadi salah satu persyaratan haji reguler untuk setoran awal BPIH ke rekening kemenag. Ini bisa membuat seseorang mendapatkan kepastian berangkat atau nomor porsi.

 Biasanya bank syariah yang menyediakan program tabungan haji. Ada beberapa persyaratan yang harus dimiliki sebagai cara daftar haji untuk mendapatkan nomor porti atau masuk antrian daftar keberangkatan haji.

Cara untuk mendaftar haji di Bank yaknni sebagai berikut :

  • Fotokopi, ukuran tabungan haji ukuran 100% sebanyak 2 lembar.
  • Fotokopi KTP ukuran 100% sebanyak 5 lembar.
  • Fotokopi kartu keluarga sebanyak 2 lembar,
  • Fotokopi akta atau buku nikah/akta lahir/ atau ijazah sebanyak 2 lembar.
  • Fotokopi surat kesehatan ukuran 100% yang mencatumkan tinggi badan, berat badan, dan golongan darah sebanyak 2 lembar.
  • Foto ukuran 3x4 sebanyak 17 lembar, ukuran 4x6 sebanyak 3 lembar, foto harus minimal tampak 80% wajah dengan latar belakang berwarna putih.
  • Map, (merek Map akan ditentukan oleh pihak bank) untuk menyimpan berkas-berkas sebanyak dua buah.
 Jika persyaratan-persyaratan diatas sudah terpenuhi pihak bank akan melakukan proses verifikasi. Nantinya pihak bank akan mengecek kelengkapan semua berkas tersebut. Setelah lolos bank akan membuatkan :

  • Lembar validasi dari bank asli sebanyak 4 lembar
  • Surat pernyataan bank (materai) asli satu lembar
  • Surat kuasa dari bank (materai) asli satu lembar
  • Slip setoran awal bank Rp. 25 juta asli satu lembar
 Jika pihak bank mengatakan bahwa proses tersebut sudah selesai maka, maka orang yang telah terdaftar di bank tersebut bisa membawa seluruh persyaratan ke kantor kemenag sesuai alamat di KTP dan tidak perlu datang ke kantor pusat Kemenag

3. Daftar haji Kemenag.

Ibadah haji

 Selain dapat dilakukan di bank, ada juga cara mendaftar haji lainnya dengan cara mendaftar langusng ke Kemenag. langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
  • Mendatangi kantor kemenag yang ada di kabupaten dan kota masing-masing.
  • Mengisi buku tamu dan formulir pendaftaran haji berupa Surat Pendaftar Pergi Haji (SPPH).
  • Setelah surat pendaftaran diisi dengan lengkap, serahkan formulir beserta berkas-berkas yang dibutuhkan ke petugas,
  • Jika dirasa ada surat yang kurang lengkap atau ada kesalahan, calon jemaah ahaji akan diminta untuk melengkapi, misalnya dengan memfotokopi ulang, 
  • Setelah sudah lengkap, calon jemaah haji akan diminta untuk foto dan kemudian merekam sidik jari untuk dimasukan ke SPPH.
  • Calon jemaah haji akan diminta untuk memeriksa dokumen SPPH, untuk memastikan tidak ada kesalahan.
  • Bila sudah benar calon jemaah ahaji akan diminta menandatangani dokumen SPPH dan menerima lembar bukti pendaftaran haji yang berisi nomor porsi pendaftaran. Pastikan bahwa lembar bukti tersebut ditandatangani dan di stempel oleh petugas kantor Kemenag.
  • Selain lembar bukti SPPH, calon jemaah haji juga akan menerima kembali tanda bukti setoran awal BPIH yang dikeluarkan oleh pihak bank.
  • Jika sudah selesai semua prosesnya, petugas Kemenag akan menyampaikan perkiraan keberangkatan calon jemaah haji dan memintanya untuk langsung mengeceknya juga di situs Kemenag dengan memasukan nomor porsi yang tertera. Jika terjadi kesalahan, bisa menghubungi nomor telepon pendaftaran haji Kemenag pusat 021-34833924
Ketentuan pendaftaran haji

 Selain mengetahui bagaimana cara mendaftar ibadah haji, ada ketentuan baru mengenai pendaftaran calon jemaah haji lainnya yang harus diketahui, salah satunya adalah jemaah haji yang telah melakukan ibadah haji dapat melakukan pendaftaran kembali setelah 10 tahun menunaikan ibadah haji yang terakhir.

 Namun hal itujuga tidak bisa langsung dilakukan. Setelah mendaftarorang tersebut tidak bisa langsung berangkat pada tahun tersebut, tetapi harus masuk daftar tunggu dulu. Dengan asumsi daftar tunggu mencapai 12 tahun, maka orang tersebut baru bisa berangkat haji 22 tahun lagi.

 Ketentuan ini tidak berlaku bagi muhrim. Misalnya suaminya naik haji tahun ini dan tahub berikutnya istrinya daftar menjadi calon jemaah haji, maka suami juga boleh ikut mendaftar dan tidak perlu menunggu 10 tahun lagi. 
 
 Selain itu sudah tidak ada lagi persyaratan terkait dengan sehat jasmani dan rohani yang dibbuktikan dengan surat keterangan dari dokter. Dengan demikian, calon jemaah haji tidak perlu lagi melampirkan surat tersebut ketika daftar haji.
 
 Selanjutnya untuk biaya pelunasan haji akan ditrebitkan melalui keputusan presiden tentang biaya penyelenggaraan ibadah haji, setelah hasil pembahasan biaya haji antara pemerintah dengan DPR sudah disahkan oleh DPR.

 Biaya itu akan diumumkan keseluruh media cetak, elektronik, TV, media online dan radio, juga surat edaran dari pusat ke sleuruh kantor Kemenag di provinsi, Kabupaten/Kota. Nama-nama jemaah haji yang berhak melakukan pelunasan akan di umumkan di situs www.haji.kemenag.go.id. 

 Setelah diumumkan calon jemaah haji yang namanya masuk dalam pengumuman harus segera mendatangi bank dan berkoordinasi dengan kantor Kemenag kabupaten/kota untuk melakukan pelunasan yang besarnya seperti yang ditetakan dalam keputusan preside tersebut.

 Banyak bank terutama yang berlabel syariah yang menawarkan program tabungan haji dengan menyetorkan sejumlah dana tertentu tiiap bulan hingga mencapai 25 juta, yang ini akan digunakan sebagai setoran awal naik haji.

 Setelah mencapai angka itu, uang tersebut akan dipindahkan dari rekening nasabah ke rekening kementerian agama untuk mendapat nomor urut naik haji. Jika sudah mendapatkan nomor urut atau nomor porsi naik haji, calon jemaah sudah mendapatkan kepastian keberangakatan sehingga tinggal melakukan pelunasan. 

 Selama menabung hingga mencapai 25 juta, maka status uang tersebut adalah tabungan yang dari persepktif hukum terdapat hubungan perdata antara bank dan nasabah. Calon jemaah haji akan mendapat manfaat atau bagi hasil sesuai jenis bank nya.
 
 Jika dana tersbut  sudah dipindah ke rekening Kementerian agama di Bank Indonesia, calon jemaah haji tidak lagi mendapatkan manfaat seperti saat hubungan perdata antara bank dan nasabah. Pada tahap ini bank hanya menyediakan jasa penyetoran dan sudah tidak terikat lagi dengan jemaah haji.

 Dikutip tempo, biaya penyelanggaraan ibadah haji tahun 2021 sebesar 44 juta mengalami kenaikan sebesar 9,1 juta dari tahun 2020 yang sekitar 35 juta. 

Post a Comment for "Cara Daftar Haji : Proses dan Biaya"