Pengalaman ikut tes CPNS!

10/14/2019 09:35:00 PM



Hello blogger mania hari ini saya ingin sedikit menceritakan pengalaman saya selama ini ketika mengikuti tes CPNS, akhir-akhir orang mulai ramai kembali memperbincangkan tentang tes CPNS yang rencananya akan diadakan kembali oleh pemerintah antara akhir oktober atau bulan november 2019, kesempatan ini tentunya sangat dinanti-nanti oleh ratusan ribu bahkan juta rakyat indonesia terutama yang berprofesi sebagai guru dan tenaga kesehatan karena rencananya seleksi tahun ini akan memprioritaskan dua profesi tersebut untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan pelayanan kesehatan pemerintah di seluruh daerah di indonesia.

     Tes CPNS selama 3 tahun terakhir selalu diadakan oleh pemerintah entah untuk menambah dan meningkatkan pelayanan baik itu birokrasi maupun teknis atau menggantikan para aparatur negara yang sudah dan akan memasuki masa pensiun, padahal sebelum-sebelumnya pemerintah jarang sekali membuka lowongan CPNS dengan alasan porsi APBN untuk menggaji para aparatur negara sudah terlalu besar malah sebelumnya ada isu efisiensi dengan cara meringkas proses birokrasi sehingga meminimalkan aparatur negara yang bekerja pada bagian administrasi sehingga selain mempercepat proses birokrasi yang terlalu berbelit-belit pemerintah juga bisa mengurangi pengeluaran negara untuk menggaji para aparatur negara.

  Maaf agak sedikit melebar kemana-mana hehe... Oke saya akan mulai menceritakan awal mula keikutsertaan saya dalam mengikuti tes CPNS, pertama kali saya mengikuti tes CPNS yaitu tahun 2017 ketika baru lulus dan wisuda sekitar bulan agustus 2017, saat itu pemerintah sedang membuka lowongan CPNS khusus untuk Kementrian Hukum dan HAM, saat itu saya putuskan untuk mengikuti tes CPNS tersebut karena saya pikir kesempatan seperti ini jarang-jarang dan menjadi pengalaman buat saya, saya memilih posisi kustodian kekayaan negara kalau tidak salah, dengan formasi yang diterima sebanyak 18 orang secara nasional, saya mulai baca-baca bagiamana tahapan tes CPNS ditahun tersebut karena katanya ada sedikit perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya selain menggunakan sistem CAT juga ada tahapan SKB yang sangat menentukan lolos tidaknya seseorang dalam proes rekruitmen tersebut, saat itu ketika diumumkan hasil seleksi pertama yaitu seleksi berkas saya hampir kaget peminatnya mencapai hampir 12000 orang untuk posisi tersebut padahal yang diterima cuman 18 orang, saya pun lolos tahap seleksi berkas dan secara keseluruhan yang lolos mencapai 9000 orang dan berhak untuk ikut tes selanjutnya yaitu tes TKD atau tes kemampuan dasar, ditahap ini peserta hampir 80% gugur karena tidak mampu melewati passing grade atau ambang batas minimal kelulusan namun alhamdulillah saya berhasil lolos dengan nilai yang lumayan tinggi dan yang terpenting lolos passing grade waktu itu saya kaget melihat nama saya berada di ranking 10 besar tertinggi di sesi tersebut yang berjumlah sekitar 400 orang per sesi, saya pun hari itu pulang dengan hati yang senang dan puas karena saya masih punya harapan lolos ke tahap berikutnya tinggal menunggu hasil akhir TKD nasional, saat itu saya tes di hotel di daerah karawaci tangerang, Banten.

 Hari itu adalah hari pertama dalam hidup saya berpergian jauh seorang diri keluar dari daerah pandeglang dan serang, saya memang jarang main sendirian apalagi merantau seperti itu, untung saya punya teman sekolah yang waktu itu bisa saya tumpangi kosannya selama satu malam hanya demi tes tersebut hehe... selama menunggu hasil tersebut saya waktu itu diterima bekerja disalah satu perusahaan di daerah Cipondoh, Tangerang Banten, saya diberi waktu seminggu untuk memutuskan apakah saya akan bergabung dengan perusahaan tersebut, selama satu minggu itu saya cukup dilema dikarenakan proses tes CPNS masih berjalan dan masih belum jelas hasilnya namun kalau saya bergabung dengan perusahaan tersebut maka otomatis apapun hasil CPNS saya tidak akan saya teruskan karena saya merasa kurang baik apabila saya berhenti ketika baru bergabung beberapa hari, akhirnya saya tidak jadi tanda tangan kontrak dan meilih menunggu tes CPNS apapun hasilnya meskipun saya harus berdiskusi lama dengan orang tua terutama ibu saya yang mengingatkan bahwa mencari pekerjaan zaman sekarang tidak mudah, namun saya meyakinkan diri untuk tetap memilih tes CPNS, pilihan saya diperkuat dengan adanya informasi dari pemerintah bahwa akan ada tes seleksi tahap ke-2 satu bulan berikutnya di semua kementrian akhirnya saya putuskan untuk daftar kembali apapun hasil tes CPNS yang pertama ini dan merelakan pekerjaan yang baru saya terima. setelah keluar hasilnya saya ditanyakan tidak lolos dikarenakan kalah ranking saya berada di posisi 100an sedangkan yang maju ke tahap akhir SKB hanya 54 orang atau 3x dari total formasi, padahal jika di formasi lain saya bisa lolos ke tahap SKB karena di posisi bagian Imigrasi dibutuhkan 300 orang dan lolos SKB sebanyak 900 orang dan nilai saya sama dengan orang-orang yang lolos di formasi ini, saya merasa kecewa pada akhirnya saya malah tidak jadi di keduanya, tapi ya itulah hasil dan realita yang harus saya jalani akhirnya saya fokus ke seleksi tahap kedua kali ini saya mendaftar di BNP2TKI di posisi analisis perencanaan entah saya lupa nama lengkap formasi nya, yang daftar di posisi ini sebanyak 1000 orang dan yang lolos ke tahap TKD hanya 800 orang dan alhamdulillah saya masuk di ranking 12 dan yang diambil hanya 8 orang yang mengikuti SKB sebanyak 24 orang, di SKB ini ujian dilangsukan selama 2 hari dengan tes berupa Tes Potensi Akademik (TPA) dan juga tes TOEFL, tes TKD dan SKB ini dilangsukan di Jakarta dan ini pertama kali juga saya pergi sendirian ke jakarta jadi tes CPNS membawa banyak pengalaman baru bagi saya walaupun pada akhirnya saya tidak lolos dan hanya naik satu tingkat ke ranking 11 dengan skor yang sangat tipis antara nilai posisi ke-8 yang lulus dengan nilai saya tidak kurang dari satu angka, namun ya tadi semuanya memang belum digariskan dan dinasibkan untuk saya hehehe... dan terakhir saya mengikuti tes CPNS tahun 2018 untuk posisi Perencanaan SDM di Mahkamah Agung RI namun sayangnya saya tidak lolos tahap TKD saat itu karena nilai saya dibawah passing grade padahal jika lolos passing grade peluang untuk jadi CPNS sangat besar karena dari formasi 300 orang yang lulus TKD hanya kurang dari 400 orang memang susah kalau belum rezeki kita.

Yah tidak bisa kita sangkali bahwa bagi banyak orang di indonesia terutama didaerah-daerah pekerjaan sebagai ASN (dulu PNS-red), dianggap menjanjikan karena minim resiko dari pemberhentiaan kecuali melanggar aturan berat atau negara bangkrut namun untuk hal kedua sangat kecil kemungkinan hal tersebut terjadi, dan ditambah lagi sekarang tunjangan aparatur negara sedang dinaikan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan harapannya bisa menghindari praktik pungli dan korupsi di jajaran pemerintahan terutama pengguna anggaran, sehingga harapannya para ASN dapat fokus bekerja memperbaiki dan meningkatkan pelayanan masyarakat. kenaikan tunjangan dan gaji ASN juga terus disampaikan oleh kedua calon presiden pada pemilihan presiden tahun 2019 kemarin, namun bagi saya pribadi menaikan bukan solusi ampuh untuk mengatasi permasalahan dan meningkatkan pelayanan pemerintah, karena tidak ada tolak ukur yang pasti berapa kenaikan yang harus diberikan pemerintah untuk memastikan bahwa praktik-praktik KKN hilang dan pelayanan bisa meningkat, karena saat kebutuhan sudah terpenuhi mereka akan memenuhi keinginan dan keinginan manusia tidak akan ada habisnya, dibandingkan dengan menaikan gaji dan tunjangan ASN lebih baik digunakan untuk merekrut ASN baru agar pendapatan bisa lebih terdistribusi, dibandingkan dengan memperkaya sebagian orang lebih baik merekrut lebih banyak ASN untuk meningkatkan taraf hidup para abdi negara terutama honorer yang belum punya kepastian masa depan. toh jika kita kembali kepada tujuan awal bahwa aparatur negara haruslah orang-orang yang memang memiliki niatan yang tulus dan mulia untuk mengabdi kepada negara dan membantu masyarakat luas sehingga masyarakat benar-benar bisa merasakan kualitas pelayanan yang baik, baik itu pendidikan, kesehatan dan lain-lainnya.

Selamat mengabdi untuk semua aparatur sipil negara indonesia, jadilah abdi negara yang cerdas dan berkualitas! ^_^

You Might Also Like

3 comments

  1. Mantap gan
    Jangan lupa mampir ke blog https://www.ngampuskuy.com

    ReplyDelete
  2. masih banyak pekerjaan lain selain ASN yang bisa juga menjamin hdp

    ReplyDelete
  3. wahhh tetap semangat ya meskipun belum lulus, padahal nilainya beda tipis dengan urutan ke 8.

    btw, tulisannya dibikin paragraf baru, jangan 1 paragraf sampe belasan kalimat, agak mumet bacanya, kwkwkwk

    ReplyDelete

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER